Selasa, 28 Juli 2020

Hamil dengan Kista Ovarium?

Hi pembaca setiaku, terimakasih sudah mampir dan membaca tulisanku.


Kali ini aku mau sharing mengenai kehamilanku yang termasuk kehamilan beresiko, kenapa beresiko? hal ini dikarenakan aku mengidap kista ovarium yang cukup besar.
Pertama kali didiagnosa terkena kista ovarium adalah disaat memasuki usia kehamilan ke-9 minggu, saat USG pertama kali dokter kandungan menginfokan bahwa dalam rahimku ada kista sebesar 4,79 cm dan panjang janin hanya 2,3cm. Wow kista nya 2x lebih besar dr janinku. Hiks....

Hasil USG dan Kista terlihat jelas

Sedih banget rasanya, dokter pun menenangkan aku dengan menginfokan bahwa kista nya akan diobeservasi lebih lanjut, jika dalam beberapa minggu ke depan kista nya makin membesar dan berdesakan dengan janin ku, maka akan dilakukan tindakan operasi untuk pengangkatan kista nya. Lantas bagaimana dengan Janinku? Dokter bilang jika hal itu terjadi maka akan dilakukan saat usia kandungan memasuki usia ke 16-18 minggu, dan tidak bisa dipastikan 100% janin ku akan selamat.

Sebagai calon ibu yang hamil untuk pertama kali, kenyataan ini mungkin tidak mudah, kalut sedih itu yang aku rasakan. Tapi suamiku berusaha tegar dan selalu menyemangatiku untuk bangkit dan selalu berfikir positif bahwa aku dan janinku akan baik-baik saja.
Aku pun bangkit dan percaya bahwa Tuhan tidak akan memberikan cobaan diluar kemampuan umatNya, aku mengucap syukur bahwa Tuhan memberikan aku berkat seorang Janin yang sedang aku kandung, Aku percaya bahwa Janin ini kuat dan mampu melawan Kista nya. Berdoa setiap saat.
Sampai pada akhirnya, ketika USG berikutnya, setelah dicek, kista nya mengecil dan Janin ku bertumbuh dengan sangat sehat. Puji Tuhan.

Setelah diobeservasi di minggu ke-16 ternyata Kista ovarium atau kista endometriosis yang aku alami disebabkan oleh perubahan hormon selama kehamilan atau sering disebut dengan kista fungsional, kista fungsional tergolong jinak dan akan hilang dengan sendirinya seiring dengan usia kehamilan yang makin membesar.

Saat ini aku sudah memasuki kehamilan di 36 weeks, Janinku sehat sempurna, doakan ya sampai waktu persalinannya tiba, ibu dan bayi dalam keadaan sehat, amin...

Jadi bagi kalian yang masih belum diberikan kepercayaan untuk hamil ataupun sudah hamil tapi dengan berbagai penyulit, intinya sabar dan selalu berdoa, Tuhan pasti akan memberikan jawaban dan masa depan yang indah bagi Umatnya Tepat pada waktuNya.
Dan sebagai manusia kita harus berserah, pasrah, percaya dan tak henti2nya bersyukur.
Berusaha pun perlu, seperti tetap menjaga pola hidup dan pola makan sehat ya..

Jumat, 24 Juli 2020

Hamil Ditengah Pandemic Covid-19

Hi semuanya, cukup lama ya kita ga ketemu di blog.
Terakhir nulis blog ketika lagi rempong-rempongnya ngurusin nikahan, eh sekarang baru bisa nulis lagi ketika lagi rempongnya ngurusin persiapan mau lahiran, hehe

Sesuai dengan judulnya nih, aku mau sharing mengenai kehamilanku yang sudah memasuki usia 34 minggu, gimana caranya agar bisa survive dan tidak khawatir saat hamil ditengah pandemic covid-19? 

Cerita sedikit mengenai Covid-19 nih, ini adalah salah satu virus baru yang sampai saat ini belum ditemukan obatnya, dan sudah banyak banget memakan korban, semua usaha pemerintah dalam memerangi virus ini juga ga main-main gaes, banyak karyawab dirumahkan karena perusahaan tempat mereka bekerja banyak yg gulung tikar dikarenakan virus ini, Sedih memang..
Tapi semua kejadian pasti ada hikmahnya kan, yaitu kita jadi bisa lebih belajar untuk hidup minimalis, tidak boros karena harus makan dirumah (lbh higienis), belajar hidup bersih dimulai dari mencuci tangan yang benar, lebih banyak menghabiskan waktu dirumah bersama keluarga.
Buat teman-teman yang merasakan dampak covid-19 yang sabar ya, kita saling mendoakan agar keadaan bisa lebih baik dan covid bisa cepat berlalu, Amin.

Kehamilan adalah Anugerah, salah satu proses kehidupan janin yang dimulai dari rahim seorang wanita yang akan disebut ibu. Apakah salah hamil ditengah pandemic? Tentunya Tidak, tidak ada yang salah dan pastinya Tuhan tidak pernah salah memberikan kita anugerah meskipun dalam pencobaan.  

Memang aku akui tidak mudah hamil ditengah pandemic, dimana rumah sakit/pelayanan kesehatan membatasi pasien dalam melakukan pemeriksaan, seperti yang aku alami, biasanya untuk fasilitas kesehatan seperti puskesmas, membuka pelayanannya seminggu 2x, setiap hari selasa dan kamis. 
Namun setelah ada covid, pelayanan pemeriksaan hamil dipangkas menjadi 1 minggu 1x yaitu hanya di hari selasa, itupun jumlah pasien yang dilayani dikurangi hanya 30 pasien saja.
Dikarenakan Jam pelayanan dikurangi, pasien yang datang juga dibatasi, maka dampak yang aku rasakan adalah setiap ibu hamil harus datang lebih pagi untuk sekedar mengambil nomor antrian (jika pelayanan dibuka jam 8 maka bumil hrs datang jam 6 atau stgh 7 untuk ambil nomor).
Selain itu kelas ibu hamil yang biasanya diadakan setiap bulan 2x juga ditiadakan.
Senam prenatal/senam hamil yang diadakan dirumah sakit/puskesmas juga tidak ada.
secara tidak langsung ini akan membatasi ruang lingkup ibu hamil yang nyatanya harus lebih banyak bergerak, bersosialisasi dengan sesama ibu hamil (ini aku rasakan sebagai calon ibu baru dengan kehamilan pertama)
Apakah yang bisa bumil lakukan? yang aku lakukan selama pandemic ini, aku jadi lebih banyak menghabiskan browsing di google, nonton youtube terutama tentang pregnancy dan senam hamil.
Olahraga hanya bisa dilakukan didalam rumah saja, periksa kehamilan juga dibatasi jika tidak mengalami keluhan usahakan tidak periksa hamil 😕
Dan apalagi untuk bumil dengan kehamilan yang sudah besar seperti aku ini, yang sudah mau memasuki waktu nya melahirkan, akan banyak prosedur yang harus dilewati untuk bisa melahirkan, syarat yang baru ditetapkan setiap fasilitas kesehatan yaitu cek covid/Rapid test/PCR.

Tapi bagaimanapun juga kita harus tetap semangat ya bu ibu..
dan kita berdoa agar dilancarkan dan dimudahkan sampai proses persalinan tiba, Aminnnnnnnnnn...................

NB : Tips nya juga bs dilihat dilink berikut