Jumat, 29 Desember 2017

Travelling: One Day Trip Bandung




Libur telah tiba, libur telah tiba, horaaaayyyyyyyyyyyy...

Di Blog ini, aku mau sharing mengenai One day Trip Dadakan ke Bandung..
Ak naik dari kereta ke Bandung dari stasiun Gambir sekitar jam 10.30 wib.
Enaknya naik kereta itu, kita bisa dengan leluasa melihat pemandangan alam yg luar biasa indahnya.
Trip ke bandung naik kereta itu memakan waktu -+3 jam 10 menit.
Akhirnya aku sampai bandung jam 13.30 wib.
Tiba di stasiun bandung, aku sewa motor harian, biaya nya 70rb/hri.
Trip dimulai...
Aku penasaran banget sama Farmhouse di Lembang.


Jadinya trip pertama aku coba mendatangi farmhouse.
Treknya mudah, dan memang ya dibandung itu daerah macet. Untung aja aku sewa motor. Perjalanan dari stasiun ke farmhouse hanya memakan waktu -+30 menit.


Halaman parkir disini cukup luas, banyak bus dan mobil pribadi parkir disini, jadi untuk rombongan yg naik bus tidak perlu khawatir, Farmhouse menyediakan lahan parkir yang cukup luas.

Biaya masuk Farmhouse 20ribu rupiah, dimana tiket masuknya dapat ditukarkan dengan segelas susu murni atau Sosis ala Farmhouse.





Disini banyak spot2 untuk foto2..
Diantaranya:
  1. Rumah hobbit 
  2. memberi makan domba
  3. Spot menggunakan kostum none belanda
  4. Kafe yg instagrammable


 
 
Tak terasa sudah hampir jam /5 , akhirnya aku mulai bergegas pulang.
ak naik kereta ke jakarta dari stasiun bandung jam 18.54 wib.
Saran aku buat yg mau one day trip ke bandung, usahain jangan weekend/libur panjang. Karena dipastikan akan kena macet yg super duper :p
Dan kalau mau eksplor bandung sepertinya gak bisa klo Cuma shari saja.
Karena masih banyak lokasi destinasi di Bandung yg worth it banget untuk dikunjungi.

Berikut list destinasi di bandung yg lagi Hits dan kekinian selain farmhouse ini..
  1.      Dusun bambu
  2.      Kawah putih ciwidey
  3.      Tebing keraton
  4.      The lodge maribaya
  5.      Kampung Gajah
  6.      Stone Garden
  7.      Curug pelangi
  8.      Goa Pawon
Gimana apa kalian jadi makin pengen holiday ke Bandung gak? 


Sumber:
 

Kamis, 07 Desember 2017

Hunting Penjahit

Aaahhhh, akhirnya bisa nulis di blog ini lagi.

Selain sekarang sibuk kerja, tingkat kemalasan menulis semakin tinggi #Ampundeh..

Sekarang mau sedikit curcol nih, beberapa kali gw suka ribet sendiri kalau mau jahit baju/dress apalagi kalau buat hari penting kayak wisuda dan beberapa acara kondangan..
Niat pengen tampil cantik, tapi kalau udah saltum waduh malunya ketulungan :p .

Makanya kemarin lagi sibuk2 nyari penjahit yang pas, pas jahitannya juga pas harganya dikantong eyke..wkwkw 
Nyobalah gw ke penjahit yang cukup terkenal di Jakarta yaitu D*nar Butiq, tapi berhubung rumah gw deket sama PGC, pergilah gw kesana, ini juga recomend dari temen gw, yang pernah jahit baju Prewed disini, ngelihat hasil jahitannya doi gw jadi tertarik buat ngejahit disana juga, ditambah iming2 dari temen gw itu, yang bilang ongkos jahitnya murah, untuk sebuah dress gak akan lebih dari 250rb, dan eng ing eng, datanglah gw ke toko itu, tempatnya yang di PGC gak terlalu besar, dibanding dengan tokonya yang ada di Pasar Sunan Giri,

Lokasinya di Lantai 2 dekat eskalator. Bincang-bincang dengan penjahitnya, menurut gw mba-mba nya rada jutek, pelayanannya kurang sich menurut gw, ukur punya ukur deal lah, jahit dengan model yang gw bawa (Model disesuaikan kebaya dari IG : Vera Kebaya)..

Karena gw juga pengen jadi cepet tuh baju 10 hari, si mba2 itu matoklah harga 500rb untuk sebuah dress tanpa payet, mahal sich, tapi gpp lah, ngarep jadinya bagus, karena recomend temen gw, percaya lah gw.. :(

Dan tibalah waktunya untuk ngambil Dress nya, hemm, nyesek deh rasanya, menurut gw hasil jahitannya kurang rapi, bahan brokatnya juga teryata cuma sedikit yang dipake, padahal gw nagsih brokatnya 2M, tapi kayaknya gak ada 1M deh yang dipake, dan gak dibalikkin sisa bahannya, hiks.. Dan pas dateng, bajunya juga belum rapi, akhirnya mesti nunnngu dirapiin jahitannya, dan tetep gak rapi..

Nilainya 5 dari 10.. D*nar Boutiq PGC Not Recomendeed menurut gw.. :(

Update 07 des 17: D*anar Boutiq PGC udah tutup

*Will u be my Bridesmaid?

Bridesmaid atau dengan kata lain pengiring pengantin, biasanya Bridesmaid adalah teman2 terdekat si pengantin. dan maklum, udah umur segini, makin banyak temen yang nikah. alhasil jadi sering jahit baju. Dan inilah masalah eyke dr dulu cyin, cari2 tukang jahit yg pas, pas hasil jahitnya, pas pula ongkos jahitnya, hahah #gakmaurugi.Akhirnya tanya2 ke capeng, dan ada langganan si capeng. infonya sih ongkos jahitnya murah dan gw lihat hasil jahitannya lumayan rapi. kang jahitnya rumahan gitu, lokasinya ga jauh dari rumah gue di condet. kalau yg blm pernah jahit disana dijamin kesasar :D. 
Karena ga ada plang nya gitu, pas gw tanya , si ibu bilang menjahit cuma sambilan doi aja. yaudah gw dianterin dong sm temen gw alias capengnya [berharap hasilnya OK],
gw taroh bahan bulan september, mau dipake bulan november. lumayan lama khn, maksud hati naroh jahitan lama, agar si ibu jahit bs lebih fokus ngejait baju gw.

Tapi ternyata, eng ing eng, ..................
H-10 gw balik lagi ke si ibu jahit tsb, dan teryata bajunya blm sama sekali dijahit :( #sedih . gw push aja dong si ibu (rada ga enak sih), trs si ibu janjiin bahwa baju nya akan jadi H-1 sblm acara. dan pas H-1 si ibu whatsapp klo blm sempet jahit juga (aduh makin puyeng aja, ya kali gw gak ikutan seragaman!!?)
Tiba di hari H , akhirnya jadi juga tuh baju, dan hasilnya not bad lah, meskipun gak bs dipungkiri krg rapi (krn buru2 kali ya) ongkos jahitnya 200rb.

berikut tampilannya. 
 



*Wisuda Momsky

Kalau yg ini emang bener2 Latepost, wisuda si mama bulan oktober 2016 tapi br review jahitan desember 17 #maafkeun
di acara wisuda si mama, kita udah sepakat mau pake baju/kebaya pink, but, si mama gak pengen jahit, pengen beli jadi aja di Tanah Abang..
Well, karena gw ganjen ye, pengen eksis..wkwk, gw hunting bahan deh ke Tanah abang..
dan dapet bahan brokat pink fanta, harganya -+75rb/meter.
Esok hari nya hunting kang jahit lagi, eh iseng2 pengen jahit di Pasar Kramat Jati.
Dan pilihan gw jatuh ke " Mailan Collection". disini penjahitnya ramah, dan jahitannya detail dan rapi. Lokasinya di Pasar Kr Jati Lantai 1. Ongkos jahitnya start from -+150rb
Berikut hasil jahitannya:
ini yang jahit ke-2 kali nya di " Mailan Collection" untuk acara Bridesmaid nya Dita.
 Begitulah kurang lebih perjalanan mencari kang jahit yg pas..
dan saat inipun masih mencari2. hihihi

Selasa, 02 Oktober 2012

PERANAN BAHASA INDONESIA DALAM PENGEMBANGAN IPTEK


Dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, bahasa berfungsi sebagai wahana untuk menyampaikan informasi dengan cepat dan sekecil – kecilnya, sehingga kita dapat menguasai ilmu tersebut. Penggunaan bahasa pengantar pada buku-buku yang dipakai dalam memperkenalkan ilmu pengetahuan dan teknologi pun, banyak yang menggunakan bahasa Inggris. Hal ini berbanding terbalik dengan bahasa Indonesia yang perkembangannya tak seimbang dengan perkembangan budaya masyarakatnya. Oleh sebab itu, walaupun bahasa Indonesia sudah berperan sebagai alat persatuan tetapi belum dapat berperan sebagai pengantar ilmu pengetahuan.
Selain bahasa termasuk dalam struktur budaya, ternyata bahasa memiliki kedudukan, fungsi dan peran ganda. Yaitu sebagai akar dan produk budaya yang sekaligus berfungsi sebagai sarana berfikir, juga sarana pendukung pertumbuhan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Tanpa peran bahasa, ilmu pengetahuan dan teknologi tidak akan dapat berkembang. Implikasinya, dalam pengembangan daya nalar menjadikan bahasa sebagai prasarana berfikir secara modern. Oleh karena itu, jika cermat dalam menggunakan bahasa, kita akan cermat pula dalam berfikir karena bahasa merupakan cermin dari daya nalar (pikiran).
Hal lainnya kita dapat menemukan dalam pengungkapan profesional, artinya penuturan dengan kata. Ketelitian tidak hanya menyangkut hal yang besar, tetapi hal yang kecil pun harus diperhatikan. Ketelitian dalam ilmu pengetahuan dan teknologi menyangkut penggunaan data, penerapan rumus, penerapan nama orang, nama tempat, dan nama alat, bahkan ejaan dan tanda baca. Ketelitian dalam pemakaian lambang dan satuan. Ketelitian merupakan ciri khas ilmu pengetahuan dan teknologi.
Dengan digunakannya bahasa Indonesia sebagai pengantar ilmu pengetahuan, salah tafsir atau makna ganda sedapat mungkin dihindari karena kata yang dipakai umumnya lebih bersifat denotatif daripada konotatif, ungkapan yang dipakai sederhana dan tanpa basa – basi. Di samping itu, kejelasan tuturan ditandai dengan urutan keterangan yang saling berhubungan dan mudah dipahami oleh pembaca, yaitu :
  • Ringkas, mengharuskan uraian yang padat tetapi tidak dengan memendekkan atau menggunakan akronim yang tidak dikenal umum.
  • Lengkap, tidak membiarkan pembaca bertanya-tanya tentang maksud suatu pernyataan. Sebaliknya, yang sudah nyata atau tidak perlu diulang-ulang atau diberi tekanan khusus. Semua data yang perlu haruslah ada, sedangkan yang berlebih-lebihan haruslah ditinggalkan.
  • Sederhana, ditandai dengan kosakata yang tidak bermuluk-muluk dan sintaksis yang tidak berbelit-belit.
  • Keutuhan, yang dapat dilihat dari hubungan yang baik dan logis antara bagian-bagian karangan, sehingga keseluruhan hubungan yang baik dan logis tetap tampak. 
  • Keruntutan, yang berarti adanya keterpautan makna di dalam suatu karya tulis. Keterpautan makna ini dapat dicapai dengan menyusun kalimat-kalimat logis dan kronologis serta berdasarkan urutan pentingnya kalimat. Kalimat yang satu dapat diperjelas dengan makna kalimat yang lain, baik yang mendahului maupun yang mengikutinya.
  • Tidak menggunakan Implikatur, suatu hal baru diterangkan sejelas mngkin tanpa menggunakan implikasi seperti yang banyak terdapat dalam bahasa lisan sehari-hari.
  • Inferensi, yang akan mungkin dibuat oleh pembaca diarahkan oleh penulis, sehingga memungkinkan adanya interpretasi yang sama bagi para pembaca.
  • Disediakan ringkasan isi agar terdapat kesesuaian antara penulis dan pembaca.
  • Proposisi yang diciptakan disesuaikan dengan tingkat pengetahuan pembaca.
Konsep dan istilah baru dalam pertumbuhan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek), secara tidak langsung memperkaya khasanah bahasa Indonesia. Dengan demikian, semua produk budaya akan tumbuh dan berkembang pula sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Termasuk bahasa Indonesia, yang sekaligus berperan sebagai prasarana berpikir dan sarana pendukung pertumbuhan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi tersebut.

KESIMPULAN :
Bahasa merupakan sarana komunikasi antara satu dengan yang lainnya. Dengan kata lain, bahasa merupakan wahana penyampai informasi, agar kita dapat mengerti informasi yang disampaikan tersebut. Bahasa juga sekaligus berfungsi sebagai sarana berfikir, juga sarana pendukung pertumbuhan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Tanpa peran bahasa, ilmu pengetahuan dan teknologi tidak akan dapat berkembang. Dengan digunakannya bahasa Indonesia sebagai pengantar ilmu pengetahuan, dapat menghindarkan dari makna ganda / salah tafsir karena kata yang dipakai umumnya lebih bersifat denotatif daripada konotatif, ungkapan yang dipakai sederhana dan tanpa basa – basi. Dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi yang cepat dapat membuat pergeseran pada bahasa Indonesia. Karena pada umumnya, teknologi informasi yang ada banyak menggunakan bahasa inggris sebagai bahasa pengantar dalam berkomunikasinya.


Sumber: http://nui-duniamahasiswa.blogspot.com/

 

Selasa, 19 Juni 2012

Perputaran Roda Perekonomian

Pertumbuhan ekonomi suatu negara biasanya dihitung berdasarkan pertumbuhan ril dari GDP negara tersebut, yakni seberapa besar GDP negara bertambah secara ril dari tahun ke tahun. Pertumbuhan ini dihitung dengan cara membagi nilai dari output suatu sektor ekonomi pada tahun tertentu dengan nilai output sektor tersebut pada tahun sebelumnya dan dikali 100 % kemudian dikurangi 100. Bila GDP mengalami pertumbuhan yang tinggi berarti pendapatan masyarakat juga akan mengalami pertumbuhan yang tinggi, terlepas dari siapa atau kelompok mana dari masyarakat yang menerima pendapatan tersebut. GDP Indonesia menurut lapangan usaha berdasarkan harga yang berlaku dan harga konstan.

1. Pengeluaran Agregat (Aggregate Spending)
Seperti diterangkan diatas bahwa GDP dapat dihitung dari sisi pengeluaran aggregate (Aggregate Spending) pelaku ekonomi dalam suatu negara. Pengeluaran aggreaget ini sama dengan Permintaan Agregat karena konsekuensi dari permintaan adalah adanya pengeluaran oleh rumah tangga, investor, pemerintah dan eksportir untuk membeli barang dan jasa.
Pengeluaran Aggregate dapat dikelompokkan atas empat komponen, yaitu:
1.pengeluaran konsumsi rumah tangga,
2.pengeluaran invesatasi oleh pengusaha (bisnis),
3.pengeluaran pemerintah, dan
4.permintaan luar negeri.

2. Pengeluaran Konsumsi
Merupakan bagian terbesar dari permintaan agregat yaitu berupa permintaan dari konsumen terhadap barang dan jasa yang dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari. Konsumsi ini memegang peranan penting dalam perekonomian menurut teori Keynesian karena akan menentukan output dan pendapatan masyarakat suatu negara. Kontribusi konsumsi terhadap pembentukan GDP di Indonesia diperkirakan sebesar 65% dari total GDP. Konsumsi dapat dibagi atas tiga kategori yaitu barang tanah lama (durable goods) seperti mobil, barang tidak tahan lama (nondurable goods), dan jasa (services). Dari sisi asal barang maka barang dan jasa yang dikonsumsi oleh konsumen dalam negeri terdiri dari barang produksi dalam negeri dan barang /jasa yang diproduksi oleh negara lain yang diimport ke Indonesia. Dalam penghitungan GDP angka import ini harus dikeluarkan dari angka GDP.
Pengeluaran Pemerintah
Yang termasuk dalam pengeluaran pemerintah adalah semua pengeluaran pemerintah yang diperlukan agar roda pemerintahan dapat berjalan dengan baik. Pengeluaran pemerintah ini tercantum dalam Anggaran Belanja dan Pendapatan Nasional (APBN). Barang dan jasa yang dibeli oleh pemerintah tidak dihitung nilai tambahnya (value added) seperti halnya pada barang konsumsi karena barang dan jasa yang diproduksi oleh pemerinatah pada umumnya adalah gratis. Pengeluaran pemerintah seperti uang pensiun (transer of payment) tidak dihitung dalam GDP karena pengeluaran tersebut bukan merupakan pembelian terhadap barang atau jasa yang baru diproduksi.
Pengelauran Investasi
Investasi adalah tambahan terhadap akumulasi modal (physical stock of capital) ditambah dengan perobahan persediaan (inventory changes). Tetapi transaksi saham tidak termasuk dalam penambahan stok modal. Jadi investasi adalah aktifitas yang bisa meningkatkan kemampuan ekonomi dalam memproduksi barang dan jasa dimasa mendatang. Contohnya adalah pembelian barang investasi, peralatan, dan pembangunan rumah baru. Sewa dari tumah tersebut dihitung sebagai konsumsi.
Permintaan Ekspor Bersih (Net Export)
Komponen terakhir dari GDP adalah net export yaitu selisih antara export dan import (X – M). Export merupakan GDP dari dalam negeri karena merupakan barang atau jasa yang diproduksi di dalam negeri, tetapi tidak dikonsumsi di dalam negeri. Barang ekspor akan dibeli atau dikonsumsi oleh rumah tangga, investor, atau pemerintah negara asing sedangkan import adalah barang yang diproduksi di luar negeri, berarti adalah GDP negara asing.
Dalam GDP yang dihitung adalah net ekspor untuk menghindari penghitungan dua kali (double counting). Barang dan jasa yang dibeli oleh rumah tangga, investor, dan pemerintah tidak semuanya diproduksi di dalam negeri tetapi beberapa barang yang dibeli tersebut berasal dari luar negeri. Jadi komponen pengeluaran aggeregate yang diuraikan diatas – pengeluaran rumah tangga, investor dan pemerintah – sebagiannya adalah barang yang diproduksi di luar negeri, berarti adalah GDP negara asing atau bukan merupakan GDP Indonesia. Karena itu untuk mengkoreksinya maka ekspor harus dikurangi dengan impor agar barang import tidak terhitung sebagai GDP kita, karena yang termasuk dalam GDP Indonesia adalah konsumsi rumah tangga berupa barang-barang produksi dalam negeri, ditambah dengan belanja barang investor, ditambah belanja barang pemerintah dan ditambah dengan nilai barang yang diekspor ke luar negeri. Barang-barang import yang telah dikonsumsi oleh konsumen dalam negeri tidak bisa dihitung sendiri karena telah masuk dalam perhitugan jumlah konsumsi. Nilai barang import ini tentu sama dengan jumlah nilai barang yang diimport yang tercatat di Bea dan Cukai sehingga dengan mengeluarkannya dari angka export maka sama dengan mengeluarkannya dari angka konsumsi barang import.

I.Metode Penghitungan Pendapatan Nasional
Ada 3 konsep pendekatan yang dapat digunakan untuk menghitung pendapatan nasional, antara lain adalah seperti ini :
1.Pendekatan pendapatan
Dengan cara menjumlahkan seluruh pendapatan (upah, sewa, bunga, dan laba) yang diterima rumah tangga konsumsi dalam suatu negara selama satu periode tertentu.
2.Pendekatan produksi
Dengan cara menjumlahkan nilai seluruh produk yang dihasilkan suatu negara dari bidang industri, agraris, ekstraktif, jasa, dan niaga selama satu periode tertentu.
3.Pendekatan pengeluaran
Dengan cara menghitung jumlah seluruh pengeluaran untuk membeli barang dan jasa yang diproduksi dalam suatu negara selama satu periode tertentu.

Siklus aliran pendapatan (circular flow) dan interaksi antar pasar dibagi menajdi dua yaitu :
1.Siklus Aliran Pendapatan
Jenis circular flow mengklasifikasikan pada beberapa sektor perekonomian, antara lain adalah sektor: Rumah Tangga, Perusahaan, Pemerintah, dan sector Luar Negeri
2.Interaksi antar pasar
Interaksi pasar dalam menganalisis ekonomi makro, dipersempit dengan menjadikan tiga pasar utama. Pasar utama itu adalah Pasar Barang Dan Jasa, Pasar Tenaga Kerja, dan Pasar Uang Dan Modal.

II. Metode-metode penghitungan pendapatan nasional. 
Ada tiga metode dalam perhitungan pendapatan nasional yaitu :
1.Metode Output Atau Metode Produksi
Dalam metode ini, Cara perhitungan dalam praktik adalah dengan membagi-bagi perekonomian menjadi beberapa sektor produksi.
2.Metode Pendapatan
Metode pendapatan memandang nilai output perekonomian sebagai nilai total balas jasa atas faktor produksi yang digunakan dalam proses produksi.
3.Metode Pengeluaran
Dalam metode pengeluaran, nilai PDB merupakan nilai total pengeluaran dalam perekonomian selama periode tertentu.
 
III. Masalah Dan Keterbatasan Penghitungan PDB 
a.Perhitungan PDB dan Analisa Kemakmuran
Perhitungan PDB akan memberikan gambaran ringkas tentang tingkat kemakmuran suatu negara, dengan cara membaginya dengan jumlah penduduk (disebut PDB per kapita). Menurut PBB, sebuah negara dikatakan miskin bila PDB per kapitanya lebih kecil daripada US$ 450,00. Berdasarkan standar ini, maka sebagian besar negara-negara di dunia adalah negara miskin. Suatu negara dikatakan makmur/kaya bila PDB perkapita lebih besar daripada US$ 800.
Kelemahan dari pendekatan di atas adalah tidak memperhatikan aspek distribusi pendapatan. Akibatnya angka PDB per kapita kurang memberikan gambaran rinci tentang kondisi kemakmuran suatu negara. Misalnya, walaupun Amerika Serikat yang PDB perkapitanya US$ 29.080 (tahun 1997), namun negara itu masih terus bergelut dengan masalah kemiskinan dan pengangguran, terutama di kalangan warga kulit hitam ataupun pendatang (kulit berwarna). Bahkan secara absolut tampaknya jumlah penduduk miskin di Amerika serikat akan bertambah.
Faktor utama pemicu gejala di atas adalah masalah distribusi pendapatan. Walaupun distribusi pendapatan di USA relatif baik, tetapi belum sempurna untuk membuat seluruh penduduknya menjadi makmur. Bahkan untuk faktor produksi non tenaga kerja, terutama uang dan modal, distribusi penguasaannya sangat buruk. Pada tahun 1996, sekitar 46% aset finansial  dikuasai hanya oleh sekitar 1% penduduk.

b.Perhitungan PDB dan Masalah Kesejahteraan Sosial
Umumnya ukuran tingkat kesejahteraan yang dipakai adalah tingkat pendidikan, kesehatan dan gizi, kebebasan memilih pekerjaan dan jaminan masa depan yang lebih baik. Ada hubungan yang positif antara tingkat PDB per kapita dengan tingkat kesejahteraan sosial. Makin tinggi PDB per kapita, tingkat kesejahteraan sosial makin membaik. Hubungan ini dapat dijelaskan dengan menggunakan logika sederhana. Jika PDB per kapita mkin tinggi, maka daya beli masyarakat, kesempatan kerja serta masa depan perekonomian makin membaik. Sehingga gizi, kesehatan, pendidikan, kebebabasan memilih pekerjaan dan jaminan masa depan, kondisinya makin meningkat. Tapi dengan catatan, peningkatan PDB per kapita disertai perbaikan distribusi pendapatan.
Masalah mendasar dalam perhitungan PDB adalah tidak diperhatikannya dimensi nonmaterial. Sebab PDB hanya menghitung output yang dianggap memenuhi kebutuhan fisik/ materi yang dapat diukur dengan nilai uang. Sedangkan output yang tidak terukur dengan uang, misalnya ketenangan batin yang diperoleh dengan menyandarkan hidup pada norma-norma agama/spiritual tidak dihitung. Sebab, dalam kenyataannya kebahagiaan tidak hanya ditentukan oleh tingkat kemakmuran, tetapi juga ketenangan batin.
Jadi kita tidak bisa serta merta mengatakan bahwa kesejahteraan sosial di negara-negara kaya(Amerika Serikat dan Jepang) adalah jauh lebih baik dibanding di negara-negara miskin (misal Bhutan dan Nepal). Karena, tingkat kejahatan dan tingkat bunuh diri di negara-negara kaya tersebut lebih tinggi di banding negara-negara miskin.

c.PDB Per Kapita dan Masalah Produktivitas

Untuk memperoleh perbandingan produktivitas antar negara, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan:
Jumlah dan komposisi penduduk : Bila jumlah penduduk makin besar, komposisi-nya sebagian besar adalah penduduk usia kerja (15-64 tahun) dan berpendidikan tinggi (> SLA), maka tingkat output dan produktivitasnya dapat makin baik.
Jumlah dan struktur kesempatan kerja : Jumlah kesempatan kerja yang makin besar memperbanyak penduduk usia kerja yang dapat terlibat dalam proses produksi. Tetapi komposisi kerja pun mempengaruhi tingkat produktivitas. Sekalipun kesempatan kerja sangat besar, tetapi semuanya adalah kesempatan kerja sektor pertanian, produktivitas pekerja juga tidak tinggi. Sebab sektor pertanian umumnya memiliki nilai tambah yang rendah. Jika kesempatan kerja yang dominan berasal dari sektor kegiatan ekonomi modern (industri dan jasa), maka output per pekerja akan relatif tinggi, karena nilai tambah kedua sektor tersebut amat tinggi.
Faktor-faktor nonekonomi : Yang tercakup dalam faktor-faktor nonekonomi antara lain etika kerja, tata nilai, faktor kebudayaan dan sejarah perkembangan. Jepang pantas menjadi negara yang produktif sebab selain jumlah penduduk yang banyak, berpendidikan tinggi dan umumnya bekerja di sektor modern, mereka juga memiliki etika kerja yang baik, menjujung tinggi kejujuran dan penghargaan tergadap senior. Dan Jepang juga merupakan negara yang selama kurang lebih 3.000 tahun terus menerus membangun dirinya menjadi bangsa modern, walaupun pembangunan ekonomi modernnya baru dimulai dua abad yang lalu.

d.Penghitungan PDB dan Kegiatan-kegiatan Ekonomi Tak Tercatat (Underground Economi)

Angka statistik PDB Indonesia yang dilaporkan oleh Badan Pusat Statistik hanya mencatat kegiatan-kegiatan ekonomi formal. Karena itu, statistik PDB belum mencerminkan seluruh aktivitas perekonomian suatu negara. Misalnya, upah pembantu rumah tangga di Indonesia tidak tercatat. Begitu juga dengan kegiatan petani buah yang langsung menjual produknya ke pasar.
Di negara-negara berkembang, keterbatasan kemampuan pencatatan lebih disebabkan oleh kelemahan administratif dan struktur kegiatan ekonomi masih didominasi oleh kegiatan pertanian dan informal. Tetapi di negara-negara maju, kebanyakan kegiatan ekonomi yang tak tercatat disebabkan oleh karena kegiatan tersebut merupakan kegiatan ilegal atau melawan hukum. Padahal, nilai transaksinya sangat besar. Misalnya, kegiatan penjualan obat bius dan obat-obat terlarang lainnya.


Sumber :
http://danprihono.blogspot.com