Tampilkan postingan dengan label Pelajaran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pelajaran. Tampilkan semua postingan

Selasa, 02 Oktober 2012

PERANAN BAHASA INDONESIA DALAM PENGEMBANGAN IPTEK


Dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, bahasa berfungsi sebagai wahana untuk menyampaikan informasi dengan cepat dan sekecil – kecilnya, sehingga kita dapat menguasai ilmu tersebut. Penggunaan bahasa pengantar pada buku-buku yang dipakai dalam memperkenalkan ilmu pengetahuan dan teknologi pun, banyak yang menggunakan bahasa Inggris. Hal ini berbanding terbalik dengan bahasa Indonesia yang perkembangannya tak seimbang dengan perkembangan budaya masyarakatnya. Oleh sebab itu, walaupun bahasa Indonesia sudah berperan sebagai alat persatuan tetapi belum dapat berperan sebagai pengantar ilmu pengetahuan.
Selain bahasa termasuk dalam struktur budaya, ternyata bahasa memiliki kedudukan, fungsi dan peran ganda. Yaitu sebagai akar dan produk budaya yang sekaligus berfungsi sebagai sarana berfikir, juga sarana pendukung pertumbuhan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Tanpa peran bahasa, ilmu pengetahuan dan teknologi tidak akan dapat berkembang. Implikasinya, dalam pengembangan daya nalar menjadikan bahasa sebagai prasarana berfikir secara modern. Oleh karena itu, jika cermat dalam menggunakan bahasa, kita akan cermat pula dalam berfikir karena bahasa merupakan cermin dari daya nalar (pikiran).
Hal lainnya kita dapat menemukan dalam pengungkapan profesional, artinya penuturan dengan kata. Ketelitian tidak hanya menyangkut hal yang besar, tetapi hal yang kecil pun harus diperhatikan. Ketelitian dalam ilmu pengetahuan dan teknologi menyangkut penggunaan data, penerapan rumus, penerapan nama orang, nama tempat, dan nama alat, bahkan ejaan dan tanda baca. Ketelitian dalam pemakaian lambang dan satuan. Ketelitian merupakan ciri khas ilmu pengetahuan dan teknologi.
Dengan digunakannya bahasa Indonesia sebagai pengantar ilmu pengetahuan, salah tafsir atau makna ganda sedapat mungkin dihindari karena kata yang dipakai umumnya lebih bersifat denotatif daripada konotatif, ungkapan yang dipakai sederhana dan tanpa basa – basi. Di samping itu, kejelasan tuturan ditandai dengan urutan keterangan yang saling berhubungan dan mudah dipahami oleh pembaca, yaitu :
  • Ringkas, mengharuskan uraian yang padat tetapi tidak dengan memendekkan atau menggunakan akronim yang tidak dikenal umum.
  • Lengkap, tidak membiarkan pembaca bertanya-tanya tentang maksud suatu pernyataan. Sebaliknya, yang sudah nyata atau tidak perlu diulang-ulang atau diberi tekanan khusus. Semua data yang perlu haruslah ada, sedangkan yang berlebih-lebihan haruslah ditinggalkan.
  • Sederhana, ditandai dengan kosakata yang tidak bermuluk-muluk dan sintaksis yang tidak berbelit-belit.
  • Keutuhan, yang dapat dilihat dari hubungan yang baik dan logis antara bagian-bagian karangan, sehingga keseluruhan hubungan yang baik dan logis tetap tampak. 
  • Keruntutan, yang berarti adanya keterpautan makna di dalam suatu karya tulis. Keterpautan makna ini dapat dicapai dengan menyusun kalimat-kalimat logis dan kronologis serta berdasarkan urutan pentingnya kalimat. Kalimat yang satu dapat diperjelas dengan makna kalimat yang lain, baik yang mendahului maupun yang mengikutinya.
  • Tidak menggunakan Implikatur, suatu hal baru diterangkan sejelas mngkin tanpa menggunakan implikasi seperti yang banyak terdapat dalam bahasa lisan sehari-hari.
  • Inferensi, yang akan mungkin dibuat oleh pembaca diarahkan oleh penulis, sehingga memungkinkan adanya interpretasi yang sama bagi para pembaca.
  • Disediakan ringkasan isi agar terdapat kesesuaian antara penulis dan pembaca.
  • Proposisi yang diciptakan disesuaikan dengan tingkat pengetahuan pembaca.
Konsep dan istilah baru dalam pertumbuhan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek), secara tidak langsung memperkaya khasanah bahasa Indonesia. Dengan demikian, semua produk budaya akan tumbuh dan berkembang pula sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Termasuk bahasa Indonesia, yang sekaligus berperan sebagai prasarana berpikir dan sarana pendukung pertumbuhan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi tersebut.

KESIMPULAN :
Bahasa merupakan sarana komunikasi antara satu dengan yang lainnya. Dengan kata lain, bahasa merupakan wahana penyampai informasi, agar kita dapat mengerti informasi yang disampaikan tersebut. Bahasa juga sekaligus berfungsi sebagai sarana berfikir, juga sarana pendukung pertumbuhan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Tanpa peran bahasa, ilmu pengetahuan dan teknologi tidak akan dapat berkembang. Dengan digunakannya bahasa Indonesia sebagai pengantar ilmu pengetahuan, dapat menghindarkan dari makna ganda / salah tafsir karena kata yang dipakai umumnya lebih bersifat denotatif daripada konotatif, ungkapan yang dipakai sederhana dan tanpa basa – basi. Dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi yang cepat dapat membuat pergeseran pada bahasa Indonesia. Karena pada umumnya, teknologi informasi yang ada banyak menggunakan bahasa inggris sebagai bahasa pengantar dalam berkomunikasinya.


Sumber: http://nui-duniamahasiswa.blogspot.com/

 

Selasa, 19 Juni 2012

Perputaran Roda Perekonomian

Pertumbuhan ekonomi suatu negara biasanya dihitung berdasarkan pertumbuhan ril dari GDP negara tersebut, yakni seberapa besar GDP negara bertambah secara ril dari tahun ke tahun. Pertumbuhan ini dihitung dengan cara membagi nilai dari output suatu sektor ekonomi pada tahun tertentu dengan nilai output sektor tersebut pada tahun sebelumnya dan dikali 100 % kemudian dikurangi 100. Bila GDP mengalami pertumbuhan yang tinggi berarti pendapatan masyarakat juga akan mengalami pertumbuhan yang tinggi, terlepas dari siapa atau kelompok mana dari masyarakat yang menerima pendapatan tersebut. GDP Indonesia menurut lapangan usaha berdasarkan harga yang berlaku dan harga konstan.

1. Pengeluaran Agregat (Aggregate Spending)
Seperti diterangkan diatas bahwa GDP dapat dihitung dari sisi pengeluaran aggregate (Aggregate Spending) pelaku ekonomi dalam suatu negara. Pengeluaran aggreaget ini sama dengan Permintaan Agregat karena konsekuensi dari permintaan adalah adanya pengeluaran oleh rumah tangga, investor, pemerintah dan eksportir untuk membeli barang dan jasa.
Pengeluaran Aggregate dapat dikelompokkan atas empat komponen, yaitu:
1.pengeluaran konsumsi rumah tangga,
2.pengeluaran invesatasi oleh pengusaha (bisnis),
3.pengeluaran pemerintah, dan
4.permintaan luar negeri.

2. Pengeluaran Konsumsi
Merupakan bagian terbesar dari permintaan agregat yaitu berupa permintaan dari konsumen terhadap barang dan jasa yang dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari. Konsumsi ini memegang peranan penting dalam perekonomian menurut teori Keynesian karena akan menentukan output dan pendapatan masyarakat suatu negara. Kontribusi konsumsi terhadap pembentukan GDP di Indonesia diperkirakan sebesar 65% dari total GDP. Konsumsi dapat dibagi atas tiga kategori yaitu barang tanah lama (durable goods) seperti mobil, barang tidak tahan lama (nondurable goods), dan jasa (services). Dari sisi asal barang maka barang dan jasa yang dikonsumsi oleh konsumen dalam negeri terdiri dari barang produksi dalam negeri dan barang /jasa yang diproduksi oleh negara lain yang diimport ke Indonesia. Dalam penghitungan GDP angka import ini harus dikeluarkan dari angka GDP.
Pengeluaran Pemerintah
Yang termasuk dalam pengeluaran pemerintah adalah semua pengeluaran pemerintah yang diperlukan agar roda pemerintahan dapat berjalan dengan baik. Pengeluaran pemerintah ini tercantum dalam Anggaran Belanja dan Pendapatan Nasional (APBN). Barang dan jasa yang dibeli oleh pemerintah tidak dihitung nilai tambahnya (value added) seperti halnya pada barang konsumsi karena barang dan jasa yang diproduksi oleh pemerinatah pada umumnya adalah gratis. Pengeluaran pemerintah seperti uang pensiun (transer of payment) tidak dihitung dalam GDP karena pengeluaran tersebut bukan merupakan pembelian terhadap barang atau jasa yang baru diproduksi.
Pengelauran Investasi
Investasi adalah tambahan terhadap akumulasi modal (physical stock of capital) ditambah dengan perobahan persediaan (inventory changes). Tetapi transaksi saham tidak termasuk dalam penambahan stok modal. Jadi investasi adalah aktifitas yang bisa meningkatkan kemampuan ekonomi dalam memproduksi barang dan jasa dimasa mendatang. Contohnya adalah pembelian barang investasi, peralatan, dan pembangunan rumah baru. Sewa dari tumah tersebut dihitung sebagai konsumsi.
Permintaan Ekspor Bersih (Net Export)
Komponen terakhir dari GDP adalah net export yaitu selisih antara export dan import (X – M). Export merupakan GDP dari dalam negeri karena merupakan barang atau jasa yang diproduksi di dalam negeri, tetapi tidak dikonsumsi di dalam negeri. Barang ekspor akan dibeli atau dikonsumsi oleh rumah tangga, investor, atau pemerintah negara asing sedangkan import adalah barang yang diproduksi di luar negeri, berarti adalah GDP negara asing.
Dalam GDP yang dihitung adalah net ekspor untuk menghindari penghitungan dua kali (double counting). Barang dan jasa yang dibeli oleh rumah tangga, investor, dan pemerintah tidak semuanya diproduksi di dalam negeri tetapi beberapa barang yang dibeli tersebut berasal dari luar negeri. Jadi komponen pengeluaran aggeregate yang diuraikan diatas – pengeluaran rumah tangga, investor dan pemerintah – sebagiannya adalah barang yang diproduksi di luar negeri, berarti adalah GDP negara asing atau bukan merupakan GDP Indonesia. Karena itu untuk mengkoreksinya maka ekspor harus dikurangi dengan impor agar barang import tidak terhitung sebagai GDP kita, karena yang termasuk dalam GDP Indonesia adalah konsumsi rumah tangga berupa barang-barang produksi dalam negeri, ditambah dengan belanja barang investor, ditambah belanja barang pemerintah dan ditambah dengan nilai barang yang diekspor ke luar negeri. Barang-barang import yang telah dikonsumsi oleh konsumen dalam negeri tidak bisa dihitung sendiri karena telah masuk dalam perhitugan jumlah konsumsi. Nilai barang import ini tentu sama dengan jumlah nilai barang yang diimport yang tercatat di Bea dan Cukai sehingga dengan mengeluarkannya dari angka export maka sama dengan mengeluarkannya dari angka konsumsi barang import.

I.Metode Penghitungan Pendapatan Nasional
Ada 3 konsep pendekatan yang dapat digunakan untuk menghitung pendapatan nasional, antara lain adalah seperti ini :
1.Pendekatan pendapatan
Dengan cara menjumlahkan seluruh pendapatan (upah, sewa, bunga, dan laba) yang diterima rumah tangga konsumsi dalam suatu negara selama satu periode tertentu.
2.Pendekatan produksi
Dengan cara menjumlahkan nilai seluruh produk yang dihasilkan suatu negara dari bidang industri, agraris, ekstraktif, jasa, dan niaga selama satu periode tertentu.
3.Pendekatan pengeluaran
Dengan cara menghitung jumlah seluruh pengeluaran untuk membeli barang dan jasa yang diproduksi dalam suatu negara selama satu periode tertentu.

Siklus aliran pendapatan (circular flow) dan interaksi antar pasar dibagi menajdi dua yaitu :
1.Siklus Aliran Pendapatan
Jenis circular flow mengklasifikasikan pada beberapa sektor perekonomian, antara lain adalah sektor: Rumah Tangga, Perusahaan, Pemerintah, dan sector Luar Negeri
2.Interaksi antar pasar
Interaksi pasar dalam menganalisis ekonomi makro, dipersempit dengan menjadikan tiga pasar utama. Pasar utama itu adalah Pasar Barang Dan Jasa, Pasar Tenaga Kerja, dan Pasar Uang Dan Modal.

II. Metode-metode penghitungan pendapatan nasional. 
Ada tiga metode dalam perhitungan pendapatan nasional yaitu :
1.Metode Output Atau Metode Produksi
Dalam metode ini, Cara perhitungan dalam praktik adalah dengan membagi-bagi perekonomian menjadi beberapa sektor produksi.
2.Metode Pendapatan
Metode pendapatan memandang nilai output perekonomian sebagai nilai total balas jasa atas faktor produksi yang digunakan dalam proses produksi.
3.Metode Pengeluaran
Dalam metode pengeluaran, nilai PDB merupakan nilai total pengeluaran dalam perekonomian selama periode tertentu.
 
III. Masalah Dan Keterbatasan Penghitungan PDB 
a.Perhitungan PDB dan Analisa Kemakmuran
Perhitungan PDB akan memberikan gambaran ringkas tentang tingkat kemakmuran suatu negara, dengan cara membaginya dengan jumlah penduduk (disebut PDB per kapita). Menurut PBB, sebuah negara dikatakan miskin bila PDB per kapitanya lebih kecil daripada US$ 450,00. Berdasarkan standar ini, maka sebagian besar negara-negara di dunia adalah negara miskin. Suatu negara dikatakan makmur/kaya bila PDB perkapita lebih besar daripada US$ 800.
Kelemahan dari pendekatan di atas adalah tidak memperhatikan aspek distribusi pendapatan. Akibatnya angka PDB per kapita kurang memberikan gambaran rinci tentang kondisi kemakmuran suatu negara. Misalnya, walaupun Amerika Serikat yang PDB perkapitanya US$ 29.080 (tahun 1997), namun negara itu masih terus bergelut dengan masalah kemiskinan dan pengangguran, terutama di kalangan warga kulit hitam ataupun pendatang (kulit berwarna). Bahkan secara absolut tampaknya jumlah penduduk miskin di Amerika serikat akan bertambah.
Faktor utama pemicu gejala di atas adalah masalah distribusi pendapatan. Walaupun distribusi pendapatan di USA relatif baik, tetapi belum sempurna untuk membuat seluruh penduduknya menjadi makmur. Bahkan untuk faktor produksi non tenaga kerja, terutama uang dan modal, distribusi penguasaannya sangat buruk. Pada tahun 1996, sekitar 46% aset finansial  dikuasai hanya oleh sekitar 1% penduduk.

b.Perhitungan PDB dan Masalah Kesejahteraan Sosial
Umumnya ukuran tingkat kesejahteraan yang dipakai adalah tingkat pendidikan, kesehatan dan gizi, kebebasan memilih pekerjaan dan jaminan masa depan yang lebih baik. Ada hubungan yang positif antara tingkat PDB per kapita dengan tingkat kesejahteraan sosial. Makin tinggi PDB per kapita, tingkat kesejahteraan sosial makin membaik. Hubungan ini dapat dijelaskan dengan menggunakan logika sederhana. Jika PDB per kapita mkin tinggi, maka daya beli masyarakat, kesempatan kerja serta masa depan perekonomian makin membaik. Sehingga gizi, kesehatan, pendidikan, kebebabasan memilih pekerjaan dan jaminan masa depan, kondisinya makin meningkat. Tapi dengan catatan, peningkatan PDB per kapita disertai perbaikan distribusi pendapatan.
Masalah mendasar dalam perhitungan PDB adalah tidak diperhatikannya dimensi nonmaterial. Sebab PDB hanya menghitung output yang dianggap memenuhi kebutuhan fisik/ materi yang dapat diukur dengan nilai uang. Sedangkan output yang tidak terukur dengan uang, misalnya ketenangan batin yang diperoleh dengan menyandarkan hidup pada norma-norma agama/spiritual tidak dihitung. Sebab, dalam kenyataannya kebahagiaan tidak hanya ditentukan oleh tingkat kemakmuran, tetapi juga ketenangan batin.
Jadi kita tidak bisa serta merta mengatakan bahwa kesejahteraan sosial di negara-negara kaya(Amerika Serikat dan Jepang) adalah jauh lebih baik dibanding di negara-negara miskin (misal Bhutan dan Nepal). Karena, tingkat kejahatan dan tingkat bunuh diri di negara-negara kaya tersebut lebih tinggi di banding negara-negara miskin.

c.PDB Per Kapita dan Masalah Produktivitas

Untuk memperoleh perbandingan produktivitas antar negara, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan:
Jumlah dan komposisi penduduk : Bila jumlah penduduk makin besar, komposisi-nya sebagian besar adalah penduduk usia kerja (15-64 tahun) dan berpendidikan tinggi (> SLA), maka tingkat output dan produktivitasnya dapat makin baik.
Jumlah dan struktur kesempatan kerja : Jumlah kesempatan kerja yang makin besar memperbanyak penduduk usia kerja yang dapat terlibat dalam proses produksi. Tetapi komposisi kerja pun mempengaruhi tingkat produktivitas. Sekalipun kesempatan kerja sangat besar, tetapi semuanya adalah kesempatan kerja sektor pertanian, produktivitas pekerja juga tidak tinggi. Sebab sektor pertanian umumnya memiliki nilai tambah yang rendah. Jika kesempatan kerja yang dominan berasal dari sektor kegiatan ekonomi modern (industri dan jasa), maka output per pekerja akan relatif tinggi, karena nilai tambah kedua sektor tersebut amat tinggi.
Faktor-faktor nonekonomi : Yang tercakup dalam faktor-faktor nonekonomi antara lain etika kerja, tata nilai, faktor kebudayaan dan sejarah perkembangan. Jepang pantas menjadi negara yang produktif sebab selain jumlah penduduk yang banyak, berpendidikan tinggi dan umumnya bekerja di sektor modern, mereka juga memiliki etika kerja yang baik, menjujung tinggi kejujuran dan penghargaan tergadap senior. Dan Jepang juga merupakan negara yang selama kurang lebih 3.000 tahun terus menerus membangun dirinya menjadi bangsa modern, walaupun pembangunan ekonomi modernnya baru dimulai dua abad yang lalu.

d.Penghitungan PDB dan Kegiatan-kegiatan Ekonomi Tak Tercatat (Underground Economi)

Angka statistik PDB Indonesia yang dilaporkan oleh Badan Pusat Statistik hanya mencatat kegiatan-kegiatan ekonomi formal. Karena itu, statistik PDB belum mencerminkan seluruh aktivitas perekonomian suatu negara. Misalnya, upah pembantu rumah tangga di Indonesia tidak tercatat. Begitu juga dengan kegiatan petani buah yang langsung menjual produknya ke pasar.
Di negara-negara berkembang, keterbatasan kemampuan pencatatan lebih disebabkan oleh kelemahan administratif dan struktur kegiatan ekonomi masih didominasi oleh kegiatan pertanian dan informal. Tetapi di negara-negara maju, kebanyakan kegiatan ekonomi yang tak tercatat disebabkan oleh karena kegiatan tersebut merupakan kegiatan ilegal atau melawan hukum. Padahal, nilai transaksinya sangat besar. Misalnya, kegiatan penjualan obat bius dan obat-obat terlarang lainnya.


Sumber :
http://danprihono.blogspot.com

Sabtu, 23 April 2011

Pasar Tradisional dan Permasalahannya

Pertamakali mendengar kata pasar, langsung terlintas di mata penulis sebuah bangunan satu lantai dengan banyak sekali pintu tarik yang berisi banyak sekali pedagang – pedagang yang menjajakan dagangannya di tempat itu, setelah itu terlintas pula daging – daging yang dijajakan di kios – kios pedagang – pedagang tersebut, yang menimbulkan aroma tak sedap yang langsung menghujani indera penciuman kita dengan bau yang amis dan tentunya sangattidak sedap.

Inilah pasar dimata penulis, beberapa pasar yang pernah penulis datangi yang hamper keseluruhannya adalah pasar tradisional, memiliki kesan yang sama, yaitu pasar yang tidak terlalu bersih, banyak sampah bertebaran dan tentunya aroma yang menusuk hidung.

Salah satu contoh pasar yang penulis datangi adalah Pasar Kramat Jati, pasar yang berada di daerah Kramat Jati ini terletak di tidak jauh dari Rumah Sakit Sukanto atau biasa juga disebut Rumah Sakit Pusat Polisi, bila kita masuk ke pasar ini dengan menggunakan sepeda motor, maka akan dikenakan biaya parkir sebesar Rp.1.000,- untuk tiap jamnya.

Begitu parkir, penulis sudah dihadang oleh sampah yang bertebaran di mana – mana, jangankan di dalam pasar, di pinggir jalan pun banyak pedagang yang menggelar dagangannya di tempat itu, apalagi bila sudah malam dan menjelang pagi hari, pinggiran jalanpun menjadi kios ikan dadakan. Ya, kios ikan, trotoar jalan yang hanya setengah meter itu kini lenyap bahkan badan jalanpun termakan oleh kios – kios pedagang ikan yang berjualan di sini, akibatnya kemacetanpun tak terhindarkan lagi, bila anda menggunakan angkutan umum pada pukul 10 malam dari Cililitan ke arah Bogor, maka anda akan membuang 30 menit sampai 1 jam untuk melewati para pedagang ikan tersebut.

Kembali ke dalam tempat parkir, kali ini penulis menuju pintu tempat parkir yang letaknya 20 meter dari motor yang penulis gunakan di sini, sepanjang jalan penulis mendapati area yang basah bukan karena hujan sebab saat itu tidak hujan, bahkan sehari sebelumnya juga tidak terjadi hujan, tapi air yang ada disebabkan oleh cairan yang dihasilkan oleh para pedagang ikan yang berjualan pada malam hari.

Setelah penulis berhasil melewati pintu masuk tempat parkir motor, penulis menambil langkah menuju pasar tradisional yang ada di bawah toko baju Ramayana, penulis ingin membeli bumbu dapur di pasar itu, langkah demi langkah penulis lewati, pedagang demi pedagang di lalui, akhirnya penulis menemukan pedagang yang menjual bumbu dapur yang penulis inginkan yaitu Oncom, ya, Oncom.. makanan yang terbuat dari ampas tahu ini memang sangat tidak sedap dipandang, dan tidak sedap pula aromanya, namun memiliki kandungan protein nabati yang sangat banyak, karena oncom terbuat dari ampas tahu yang notabene tahu itu berasal dari kedelai, nah bila ampas yang dihasilkan melalui tahu, maka kandungan gizi dari ampas itu lebih tinggi dari tahu itu sendiri. Penulis membeli oncom sebanyak 2000 rupiah, namun ternyata penulis mendapatkan banyak sekali oncom, bila ditimbang maka beratnya lebih dari 1 kilogram.

Setelah membeli Oncom, penulis kemudian membeli bumbunya, kali ini penulis mencari bawang putih, bawang merah, daun sereh, lada, kayu manis dan beberapa helai daun salam.

Pedagang yang menjual bumbu itu ternyata berada tidak terlalu jauh dengan lapak yang menjual oncom, jadi penulis tidak terlalu bersusah payah mencari bumbu tersebut. Penulis mendapatkan semua bumbu itu hanya dengan mengeluarkan uang sebesar 5000 rupiah saja, bayangkan bila penulis membelinya di pasar modern, penulis harus mengeluarkan uang minimal 30 ribu rupiah untuk membeli bahan dan bumbu yang sama seperti yang penulis dapatkan di pasar kramat jati ini.

Contoh lainnya adalah pasar Cileingsi tentunya berada di Cileungsi, bila anda berada di depan pasar ini, maka penulis yakin, anda akan melihat puluhan kendaraan yang berjejer dalam antrian yang panjang, dan hampir tidak bergerak, jarak dari perempatan jalan menuju pasar ini hanya 200 meter, namun untuk melalui 200 meter itu menggunakan angkutan umum atau kendaraan pribadi bisa memakan waktu hampir 1 jam. Selain disebabkan karena sampah yang menggunung karena pembuangan yang sangat buruk, kemacetan juga disebabkan karena banyaknya kendaraan yang parkir pada bahu jalan, kemacetan juga disebabkan oleh banyaknya truk – truk besar yang melalui jalan itu, padahal menurut peraturan kabupaten Bogor, kendaraan yang tonasenya besar tidak boleh melalui jalan umum sebelum pukul 10 malam. Atau dengan kata lain kendaraan – kendaraan besar ini menjadi factor yang banyak berpengaruh terhadap kemacetan yang terjadi pada pasar Cileungsi.

Namun pihak pemerintah Bogor seakan tutup mata pada hal yang demikian, bahkan hampir tiap minggu selalu diadakan acara pentas musik di alun – alun kota Bogor. Padahal setelah selesai acara musik itu sampah yang dihasilkan sangat tidak sedikit, bahkan diperlukan lebih dari 6 buah kendaraan pengangkut sampah yang beroperasi mengangkut sampah ke bantar gebang.

Kembali ke pasar Cileungsi, pada pintu masuk pasar Cileungsi, penulis melihat sebuah gerbang sederhana yang sudah tidak tertata rapi, catnya mengelupas di mana – mana, dan kondisi jalan di gerbang pasar juga tidak kalah menyedihkan dengan sampah yang menggunung dan air kotoran sampah yang menggenang di mana – mana.

Setelah memarkir motor di area parkir tidak resmi, penulis masuk ke dalam pasar dengan perasaan jijik yang sangat besar, selain karena menggenangnya air limbah sampah, juga disebabkan banyaknya lalat – lalat yang berterbangan di sana – sini, yang menyebabkan makin parahnya kondisi pasar saat ini. Konsisi ini diperparah bila kondisi cuaca sedang buruk. Bila hujan mengguyur daerah ini, maka air limbah akan meninggi, dan bisa sampai melewati mata kaki orang dewasa.

Kondisi seperti ini sungguh tidak mengenakkan, apalagi bila kita mendatangi pasar dengan sandal jepit atau sandal biasa, bukan menggunakan sepatu boot.

Kondisi di dalam pasar tidak kalah mengerikan dengan di luar pasar, air limbah yang menggenang di mana – mana membuat gatal siapa saja yang menginjaknya, aroma tidak sedap tercium dari seluruh pelosok pasar ini, bahkan tepat di sebelah pasar ada sebuah sekolah menengah pertama (SMP).

Penulis tidak bisa membayangkan bagaimana perasaan murid – murid yang belajar di sekolah tersebut. Selain karena banyaknya limbah yang sudah pasti tidak bersih, kemacetan yang sangat juga membuat siapapun langsung berfikir dua kali untuk sekolah di SMP tersebut.

Lalu apa maksud penulis menceritakan kisah yang dialami oleh penulis beberapa waktu lalu itu? Penulis hanya ingin membuka mata kita, seharusnya pasar tradisional tidak boleh di hilangkan dari Ibu Kota ini, karena di dalamnya terdapat persaingan yang sehat diantara para pedagang, dan tidak ada monopoli harga oleh satu pedagang terhadap pedagang lainnya.

Di luar itu semua, penulis akui jika pesar tradisional memang tidak terlalu bagus bila dibandingkan oleh pasar moderen, karena di pasar tradisional kebersihan tempat dagang mereka tidak terlalu terawat, hanya sesekali orang yang membersihkan pasar, biasanya hanya satu kali dalam sehari, padahal banyak sekali sampah – sampah yang dihasilkan oleh pasar tradisional ini, misalkan saja kios ikan, maka akan banyak sekali sisik ikan terserakan yang mengunpul di tempat sampa, menunggu untuk dibawa oleh petugas kebersihan pasar yang bekerja setelah pasar tutup.

Untuk mengatasi beberapa masalah ini, tentunya Dinas Pertamanan DKI Jakarta sudah melakukan upaya – upaya untuk membersihkan pasar tradisional ini, namun sepertinya upaya mereka tidak terlalu berhasil, memang ada beberapa yang berhasil mengatasi sampah dan kemacetan, namun hanya berlaku untuk beberapa hari saja, bahkan masalah serupa bisa dating 1 – 3 hari setelah pembersihan dilakukan.

Semuanya dikarenakan aparat yang tidak melakukan pembersihan secara serius, dan hanya melakukan pembersihan bila ada perintah dari atasan saja. Bila para aparat lebih sigap, maka kemungkinan kemacetan dan masalah lain pada pasar tradisional akan bisa diminimalisir. Ya, diminimalisir, penulis yakin, tidak mungkin menghilangkan kemacetan pada daerah daerah yang sudah terlanjur macet, namun kemacetan – kemacetan itu bisa diminimalisir dengan adanya upaya yang konsisten oleh para aparat pemerintah yang mengatur ketertiban.

Sekian artikel mengenai Pasar dan Kemacetan, semoga informasi yang diberikan penulis dapat bermanfaat oleh kita semua, dan bila ada pihak aparat pemerintah yang melihat artikel ini, maka sekiranya untuk lebih tanggap lagi untuk menertibkan pedagang – pedagang yang berjualan di pinggir jalan. Terimakasih (BP).

Rabu, 16 Maret 2011

Kepala Sekolah Korup

Hari ini tanggal 18 Mei 2012 pukul 12:00 siang, bersama teman – teman saya sedang melakukan rapat yang membahas masalah sekolah kami: menumbangkan kepala sekolah yang sangat korup dan bersikap sangat sombong kepada anak murid, bahkan kepada guru sekalipun. Para guru yang bertentangan dengannya pasti langsung dipindahtugaskan ke sekolah lain dengan alas an yang beraneka ragam, yang menjadi korban terakhir adalah Pak Kasum, dia adalah guru yang mengajar matematika di sekolah kami, orangnya yang baik, dan hamper selalu bersimpati kepada murid – murid, serta selalu mementingkan kepentingan orang lain yang lebih membutuhkan dibandingkan dengan dia sendiri. Kabar burung terakhir yang mencuat di mata murid – murid adalah Pak Kasum terlihat tidak senang kepada kepala sekolah baru yang sangat egois dan hanya mementingkan kepentingannya sendiri, Pak Kasum mengingatkan kepala sekolah untuk sedikit lebih mementingkan muridnya sendiri, tapi kepala sekolah tidak menghiraukan saran dari Pak Kasum, bahkan sempat marah dan memberikan ancaman untuk tidak terlibat antara urusan dia.

Kepala sekolah kami bernama Pak Sento, dia seorang S2 lulusan dari IKIP Jakara tahun 1990 dan menjadi kepala sekolah kami sejak tahun 2011 akhir. Pada mulanya dia sangat baik kepada setiap orang di sekolah kami, namun dalam 2 bulan saja sikapnya berubah total 180 derajat. Seolah tak percaya namun keadaanya memang demikian.

Jika tahun sebelumnya pada bulan Januari, sekolah kami biasa melakukan studi banding ke sekolah lain, namun kali ini kepala sekolah mengatakan bahwa setudi banding ke sekolah lain akan memakan biaya yang tidak sedikit dan lebih baik jika uang untuk studi banding digunakan untuk melakukan perbaikan sekolah, namun kenyataannya tidak ada yang dilakukan oleh kepala sekolah, lebih – lebih seminggu setelah membatalkan studi banding dia membeli sebuah mobil baru yang tidak murah.

Awal mulanya kami para murid tidak curiga kepada kepala sekolah, kami berikir jika kepala sekolah mempunyai tabungan yang cukup besar untuk membeli mobil baru secara cash, tentu saja seorang kepala sekolah pasti memiliki tabungan yang tidak sedikit di tabungannya, namun setelah kami melakukan audit keuangan bersama para guru, ternyata keuangan sekolah telah kehilangan sebesar Rp. 1.200.000.000,- wow! Jumlah yang tidak sedikit. Kami mulai menjalin komunikasi oleh para guru yang sudah belasan tahun mengajar di sekolah kami, untuk mencari informasi mengenai hilangya uang 1,2 milyar itu. Namun dari 5 guru yang kami pilih untuk mencari informasi, ternyata 4 dari mereka dipindahtugaskan oleh kepala sekolah secara sepihak, kenapa sepihak? Kami sudah bertanya kepada wakasek (wakil kepala sekolah) bagian kesiswaan untuk menanyakan masalah ini kepada kepala sekolah tapi kepala sekolah tidak pernah menjawabnya.

Ya, saya adalah ketua OSIS di SMA Negri 2 Ciamis, dan teman – teman saya adalah BPH (Badan Pengurus Harian) OSIS SMA Negri 2 Ciamis, saya yang sudah eneg mengurusi masalah kepala sekolah kami yang sangat liar ini, desakan demi desakan pun muncul dari pihak murid agar segera mengganti kepala sekolah yang satu ini.

Kembali ke rapat kami, kami mendapatkan beberapa pemecahan masalah, yang pertama: Menjebak kepala sekolah dengan proyek palsu yang anggarannya didapat dari sumbangan anak murid, jika ternyata uang hasil sumbangan berbeda dengan uang yang dikeluarkan untuk proyek, maka semuanya akan dicatat dan didokumentasikan, dan hasil dari dokumentasi tersebut akan dilaporkan kepada pihak DIKMENTI Daerah Jawa Barat yang kemudian melaporkan kepala sekolah kepada KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) daerah Ciamis, yang kedua: jika yang pertama gagal, maka akan diadakan demo seluruh murid yang menentang sikap dan memaksa kepala sekolah untuk mundur dari jabatannya, dan memberitakan kepada media massa bahwa kepala sekolah SMA Negri 2 Ciamis adalah seorang yang sangat korup dan lalai dalam menjalankan tugas sebagai kepala sekolah.

Akhirnya kami sepakat untuk melakukan cara kami pada tanggal 30 Mei 2011, pembuatan proposal “palsu” yang menelan dana Rp. 25.000.000,- dana yang disebutkan sengaja dibuat ‘pas’ untuk memudahkan melakukan penelusuran asal uang yang didapat. Rapatpun selesai, keesokan harinya kami OSIS SMA Negri 2 Ciamis melakukan penyebaran informasi mengenai proposal ini secara diam – diam, akhirnya pada tanggal 20 Mei 2011 sudah terkumpul dana Rp. 25.000.000,-

Proposalpun diluncurkan kepada pihak guru, Wakasek bidang kesiswaan, dan pihak lain yang terkait, termasuk kepala sekolah. Nampaknya rencana berjalan tanpa hambatan, kepala sekolah terlihat senang melihat jumlah uang yang diperlukan untuk ‘proyek’ kami, proyek kami ini adalah proyek sumbangan kepada anak – anak yatim di sekitar Ciamis yang penyerahannya akan dilakukan pada tanggal 25 Mei 2011.

Pada tanggal 21 Mei, kami melakukan survey kepada beberapa panti asuhan dan anak – anak jalanan di sekitar Ciamis, hasilnya kami mendapatkan sekitar 27 orang anak jalanan dan 73 orang anak yatim, yang jumlah keseluruhan adalah 100 orang anak.

Tanggal 25 Mei 2011, kami mengadakan acara amal atau yang menurut bahasa Inggris-nya adalah Charity Show. Kami menamakan acara kami adalah Charity For Children With Pure Heart, anak – anak terlihat sangat senang atas diadakannya acara amal ini, namun saat pembagian uang sumbangan tiba, ternyata tiap anak hanya mendapat Rp. 100.000,- padahal dana yang tersedia untuk disumbangkan adalah Rp. 25.000.000,- seharusnya setiap anak mendapat Rp. 250.000,- . Kemana uang Rp.150.000,- itu?

Keesikan harinya kami melakukan audit terhadap uang yang disumbangkan, ternyata kepala sekolah hanya memberikan dana Rp. 100.000,- per anak yatim. Kamipun segera memperbanyak proposal yang telah ditandatangani oleh kepala sekolah, untuk menjaga agar bukti utama tidak hilang, kami menyimpan di salah satu anggota kami yang dipilih secara acak.

Akhirnya kami membuat 5 buah duplikat dari proposal bermasalah yang sudah ditandatangani oleh kepala sekolah, Pak Sento. Tanggal 26 Mei 2011, kami menuju DIKMENTI Jawabarat, dan menyerahkan hasil penelusuran kami kepada pihak yang berkaitan dengan masalah ini. Akhirnya pihak DIKMENTI melakukan audit terhadap latar belakang dari kepala sekolah dan hasilnya akan diberitahukan kepada kami keesokan harinya.

Tanggal 27 Mei 2011, kamipun kembali ke DIKMENTI Jawa Barat, kami segera menemui orang yang kami temui kemarin, sungguh sudah diduga, ternyata selama ini kepala sekolah kami sudah sering melakukan penyelewengan terhadap dana yang digunakan untuk proposal, dan seringakali melakukan pencomotan terhadap uang proposal.

Tanggal 28 Mei, kami bersama pihak DIKMENTI Jawa Barat melaporkan hasil ini kepada KPK daerah Ciamis, yang kemudian akan dilakukan penelusuran oleh pihak KPK Ciamis.

Tanggal 30 Mei, kami melakukan demonstrasi di sekolah, seluruh murid memblokir satu – satunya jalan keluar dari sekolah kami, yaitu gerbang depan. Dan kamipun menahan mobil mewah kepala sekolah agar dia tidak melarikan diri.

Rupanya kepala sekolah sudah menduga bahwa kami akan melakukan demonstrasi terhadapnya, dan diapun sudah menyewa , kami melakukan demonstrasi di sekolah, seluruh murid memblokir satu – satunya jalan keluar dari sekolah kami, yaitu gerbang depan. Dan kamipun menahan mobil mewah kepala sekolah agar dia tidak melarikan diri.

Rupanya kepala sekolah sudah menduga bahwa kami akan melakukan demonstrasi terhadapnya, dan diapun sudah menyewa , kami melakukan demonstrasi di sekolah, seluruh murid memblokir satu – satunya jalan keluar dari sekolah kami, yaitu gerbang depan. Dan kamipun menahan mobil mewah kepala sekolah agar dia tidak melarikan diri.

Rupanya kepala sekolah sudah menduga bahwa kami akan melakukan demonstrasi terhadapnya, dan diapun sudah menyewa bodyguard untuk melindunginya dari para murid dan guru yang tidak suka terhadapnya. Dari 100 guru yang mengajar di sekolah kami tidak ada satupun guru yang senang terhadap kepala sekolah yang satu ini.

Sepertinya kepala sekolah hanya tahu akan ada demonstrasi untuk menentang dirinya, namun tidak mengetahui apa yang telah kami lakukan dengan DIKMENTI dan KPK, beberapa saat kemudian polisi pun dating ke sekolah kami, namun tidak melakukan penghentian demo, karena kami sudah memiliki izin untuk demo di dalam sekolah kami.

Tanggal 29 Mei, kami pihak OSIS SMA Negri 2 Ciamis, mendatangi polres Ciamis untuk meminta izin melakukan demonstrasi di lingkungan sekolah, awalnya polisi tidak menyetujui kami untuk demo, tetapi setelah melihat kami sudah melaporkan kepada DIKMENTI dan KPK, polisipun setuju.

Kepala sekolah sepertinya kaget setengah mati begitu melihat polisi yang dating bukannya membubarkan aksi kami tapi hanya melihat kami dari kejauhan, bahkan ada stasiun TV swasta yang meliput demonstrasi kami.

Beberapa saat setelahnya, datanglah utusan dari DIKMENTI, yang dating untuk memberhentikan sang kepala sekolah secara terhormat, namun kepala sekolah kami tetap bersikeras, akhirnya dia diberhentikan secara tidak hormat di depan murid – murid yang sedang demonstrasi.

Tidak berselang lama setelah diberhentikan, datanglah KPK, dan melayangkan surat penahanan terhadap Pak Sento, terlihat kaget bukan main Pak sento melihat dirinya diberikan surat penahanan dari KPK. Kemudian polisi yang dari tadi hanya melihat dari kejauhan, akhirnya dating untuk mengamankan Pak Sento untuk digiring ke kantor polisi.

Keesokan harinya kami seluruh murid SMA Negri 2 Ciamis dating ke pengadilan Negri Ciamis untuk melihat penjatuhan hukuman untuk Pak Sento, mantan kepala sekolah kami. Dia dijerat dengan dakwaan korupsi selama 5 tahun selama menjabat kepala sekolah di sekolah lain, dan 5 bulan selama menjabat di sekolah kami. Dia pun dihukum 15 tahun penjara oleh pengadilan Negri Ciamis.

Akhirnya kami bisa bernafas lega setelah sebelumnya terjadi kesewenang-wenangan oleh kepala sekolah kami, ternyata aksi kami ini bukan yang pertama kali terjadi, dulu tahun 2000 pernah terjadi juga di sebuah SMA Negri 14 Jakarta.

Sebulan setelah sekolah kami tidak ada yang memimpin, ditunjuklah kepala sekolah baru oleh DIKMENTI, kali ini kepala sekolah kami masih terhitung muda, beliau baru berumur 30 tahun, dengan gelar S2 di Cambridge University, wow keren. Semoga saja kepala sekolah kami yang baru tidak seperti kepala sekolah sebelumnya.

Setelah beberapa bulan dikepalai oleh Pak Rudy, kepala sekolah kami yang baru, sekolah kami terlihat sangat jauh berbeda dengan sebelumnya, diadakan perubahan di sana sini dari mulai perbaikan gedung sampai, perbaikan fasilitas pendukung lain, kami pun senang atas inerja kepala sekolah kami yang baru. Jaya selalu SMA Negri 2 Ciamis.

Kamis, 10 Maret 2011

Matahari

Kau berkilau dengan percaya diri di atas sana
Memberikan semuanya yang kau punya kepada apapun itu

Kau bersinar dengan silaunya
Memberikan cahaya mu ke seluruh alam

Kau konsisten dengan tempat mu
Memberikan kesungguhan bagi yang memikirkannya

Kau adalah Matahari
Yang bersinar terang tak kan padam
Hingga sisa atom hidrogen terakhir
Yang ada pada dirimu

10 Maret 2011
Prita Puspa

Super Hero

Banyak nyanyian di media masa meneriakkan ini itu
Banyak pula obrolan di televisi yang membicarakan ini itu
Hampir semuanya berkata kalau mereka yang benar
Tak banyak yang membicarakan tentang kebenaran

Hampir semuanya hanya bersandiwara
Sandiwara untuk melampiaskan hasratnya
Hasrat untuk kaya
Hasrat untuk terkenal
Hasrat untuk keisengan semata

Pernahkah mereka memikirkan nasib kaum kecil
Yang membutuhkan seorang yang bisa membela mereka
Yang bisa mengayomi mereka tapi tidak memeras mereka
Yang bisa memakmurkan tanpa menyengsarakan

Seorang yang kuat untuk semuanya
Seorang super hero untuk masyarakat Indonesia



10 Maret 2011
Prita Puspa P

Senin, 19 Oktober 2009

Belajar Statistik Yuk

Dalam Statistik kita akan mempelajari yang namanya ukuran pusat data??

Apa saja ci yang termasuk dalam ukuran pusat data itu? ternyata dalam ukuran pusat data terdapat 3 cara penghitungan yang seringkali digunakan dalam statistik. Ada yang tau? yup,  diantaranya pasti ada yang tau namanya:

* Mean : nilai rata-rata dimana rumus nya jumlah data dibagi dengan banyaknya data atau lebih lngkapnya

Rata-rata (mean) adalah hasil penjumlahan nilai-nilai anggota sebuah kelompok (∑Xn) dibagi jumlah anggota kelompok tersebut. Ada tiga jenis rata-rata yang dikenal dalam statistik yaitu rata-rata hitung (x ̅), rata-rata ukur (Gm atau U) dan rata-rata harmonik (rh atau H). adapun kegunaan dari rata-rata di atas sebagai berikut:

rata-rata hitung: Mengukur nilai rata-rata sebenarnya dari data misalnya Rata-rata nilai mata kuliah statistika untuk siswa MTs Darul Hikmah, Rata-rata jumlah pencari kerja selama tahun 1990 sampai 2004 yang terdaftat di Disnaker Surabaya

rata-rata ukur: Mengukur tingkat perubahan ( rate of change) untuk data nilai positif misalnya Rata-rata tingkat pertambahan pinjaman setiap bulan di kantor penggadaian. Diketahui data sambungan telpon selama setahun. Berapa rata-rata pertumbuhan sambungan telpon setiap bulan.

rata-rata harmonik: Mengukur nilai rata-rata data yang memiliki nilai positif dan ada rasio. Misalnya Tiga pegawai bagian pembelian diberi tugas membeli kayu di pedalaman. Setiap pegawai mendapat uang Rp. 450 juta. Dari hasil pembelian diperoleh bahwa pegawai ke-1 membeli kayu seharga Rp. 30.000/m3, pegawai ke-2 Rp.35.000/m3, pegawai ke-3 Rp.32.000/m3. Berapa rata-rata harga kayu per meter kubik yang telah dibayar oleh perusahaan. Si A bepergian pulang pergi. Saat pergi kecepatannya 10 km/jam dan pulangnya 20 km/jam. Berapa rata-rata kecepatan pulang pergi?
Dalam postingan kali ini akan dibahas dulu untuk rata-rata hitung

Rata-rata hitung adalah rata-rata yang paling sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Para guru sering membuat rata-rata nilai siswa selama satu catur wulan tertentu. Adapun untuk data tunggal, rumus dalam menghitung rata-rata dapat menggunakan tiga cara. Dalam buku ini hanya akan dibahas satu cara yaitu:



untuk data tunggal dan

Untuk data kelompok dimana i=1,2, k (k adalah banyaknya interval kelas) fi adalah frekuensi kelas ke-I dan Xi adalah nilai tengah kelas ke- i.
Misalnya kita memiliki data hasil ujian 25 orang siswa/i sejarah peradaban Islam MTs Darul Hikmah sebagai berikut:

79 63 72 82 74
36 42 67 51 88
68 73 78 77 96
67 67 48 41 57
91 45 83 71 50

Maka kita dapat menghitung rata-rata nilai siswa MTs Darul Hikmah untuk mata pelajaran Sejarah Peradaban Islam dengan menggunakan rumus di atas sebagai berikut:

jadi rata-ratanya adalah (x ̅) = 66,64

Jika data di atas kita buat dalam bentuk kelompok, maka yang pertama yang harus dilakukan adalah membuat tabel distribusi seperti dibawah ini:



Dengan menggunakan rumus di atas maka kita dapat menentukan rata-rata dengan cara:


bandingkan hasil perhitungan data kelompok dengan data tunggal!!

kita menemukan bahwa menghitung mean pada data berkelompok menghasilkan nilai yang berbeda dengan menghitung mean pada data tunggal. Aspek ramalan yang kita gunakan pada penentuan mean dengan menggunakan data berkelompok turut menentukan hasil mean yang kita temukan. Ternyata menentukan modus dengan tidak mengelompokkan data lebih tepat daripada kita mengelompokkan data terlebih dahulu. tingkat ketempatan akurasi ini dikarenakan dengan manggunakan data tunggal, maka yang kita hitung adalah data sebenarnya.

*Modus :

Modus merupakan fenomena yang paling banyak terjadi. Modus paling banyak digunakan pada penelitian kualitatif. Dalam penelitian kualitatif, hal yang paling banyak menyebabkan suatu keadaan sering di anggap penyebab keadaan tersebut. Misalnya kebanyak kecelakaan lalulintas disebabkan oleh pengemudi yang mabuk. Pengemudi yang mabuk dalam hal ini adalah “modus”. Dalam data berbentuk kuantitatif, modus sangat mudah untuk dideteksi. Dengan melihat data kita tinggal menentukan angka berapa yang paling sering muncul. Angka yang sering muncul itulah yang kita sebut dengan modus.
Pada data nilai siswa pada mata pelajaran sejarah kebudayaan Islam di atas terlihat bahwa angka yang paling sering muncul adalah 67 yang muncul sebanyak tiga kali dan tidak ada yang muncul sebanyak itu dari data yang lain. Akan tetapi pada data yang telah tersusun dalam tabel frekuensi, modus dapat di cari dengan menggunakan rumus:



Keterangan:

b = batas bawah kelas modus yaitu kelas yang memiliki frekuensi terbanyak

p = panjang kelas modus

b1 = frekuensi kelas modus dikurangi frekuensi kelas interval dengan tanda kelas yang lebih kecil sebelum tanda kelas modus

b2 = frekuensi kelas modal dikurangi frekuensi kelas interval dengan tanda kelas yang lebih besar sesudah tanda kelas modus.



Misalnya dari tabel frekuensi di atas kita dapat menghitung modusnya. Dengan memperhatikan tabel kita akan menemukan

b = 70,5

p = 10

b1 = 7 – 5 = 2

b2 = 7 – 3 = 4

Dengan memasukkan data tersebut ke dalam rumus akan kita dapatkan



Kembali kita menemukan bahwa menghitung modus pada data berkelompok berbeda dengan menghitung modus pada data tunggal. Aspek ramalan yang kita gunakan pada penentuan modus dengan menggunakan data berkelompok turut menentukan hasil modus yang kita temukan. Ternyata menentukan modus dengan tidak mengelompokkan data lebih tepat daripada kita mengelompokkan data terlebih dahulu.

Median adalah datum yang membagi data menjadi dua kelompok, 50 persen data kurang dari nilai median dan 50 persen data lebih besar dari median. Pada data tunggal, pencarian nilai median dilakukan dengan cara mengurutkan data dari nilai terkecil ke nilai terbesar. Kemudian nilai tengah data yang telah diurutkan itu merupakan nilai median.

Bagaimana menentukan nilai median dari data berkelompok? Bagaimana penurunan formula nilai median untuk data berkelompok hingga menjadi rumus sebagai berikut:

me1

di mana:

Lo = tepi bawah dari kelas limit yang mengandung median,

Me = nilai median,

n = banyaknya data,

Fk = frekuensi kumulatif sebelum kelas yang memuat median,

f0 = frekuensi kelas yang memuat median,

c = panjang intreval kelas.

Perhatikan Tabel di Bawah ini:










































KelasFrekuensiF_Kumulatif
15 – 1955
20 – 24712
25 – 291022
30 – 341537
35 – 391350
40 – 44858
45 – 49664

Bentuk histogram dari Tabel Di atas adalah:

median

Oleh karena banyaknya data 64, maka nilai median jatuh pada data ke-32. Garis merah horizontal menunjukkan posisi data ke-32 sementara garis hijau muda vertikal menunjukkan median data berkelompok dari data di atas. Jumlah kumulatif hingga kelas limit ketiga adalah 22. Berarti, posisi median berada pada data ke-10 (32 – 22) pada kelas limit keempat. Bilangan ini diperoleh dari (n/2 – Fk).

Median data berkelompok dihitung berdasarkan interpolasi dari posisi data pada kelas limit yang mengandung median. Secara matematis, persamaannya dapat ditulis sebagai berikut.

median-2

interpolasi

Sehingga dengan manipulasi matematik akan diperoleh persamaan:

me-2

Di mana: Lu – Lo menyatakan panjang interval kelas c dan Fk* – Fk menunjukkan frekuensi kelas limit median f0. Dengan demikian, median data berkelompok yang dihasilkan sama dengan:

me1

Demikian asal muasal median untuk data berkelompok. Semoga menambah khazanah perstatistikan pembaca.